Minggu, 13 Desember 2009

Ketika semua perangkat keras anda berfungsi dengan baik tapi OS Windows XP anda tidak bisa melakukan boot maka anda harus mulai mencari cara untuk bisa masuk ke OS demi menemukan masalahnya dan memperbaikinya. Ini adalah 10 cara yang dapat anda coba jika hal ini terjadi pada anda:

1. Gunakan Windows Startup Disk
Salah satu hal pertama yang harus anda cari adalah Windows startup disk. Floppy disk ini akan sangat berguna jika masalahnya terletak pada file yang digunakan OS untuk memulai Windows yang ternyata rusak.

Untuk membuat sebuah startup disk, masukkan sebuah floppy disk pada komputer lain yang Windows XP-nya berfungsi dengan baik, buka My Computer, klik kanan pada icon floppy disk dan pilih Format. Pada dialog box Format, jangan ubah settingnya dan klik Start. Setelah selesai diformat tutp dialog box Format dan kembali ke My Computer. Dobel klik ikon drive C utuk masuk ke root directory dan kopi ketiga file ini ke floppy disk.

* Boot.ini
* NTLDR
* Ntdetect.com

Setelah anda selesai membuat Windows startup disk, masukkan floppy disk ini ke floppy drive komputer yang Windows XP-nya ingin diperbaiki dan tekan [CTRL][Alt][Delete] untuk me-reboot komputer.

2. Gunakan Fitur "Last Known Good Configuration"
Anda juga bisa mencoba melakukan boot dengan fitur Last known Good Configuration. Fitur ini menggantikan konten dari CurrentControlSet registry key dengan sebuah backup copy yang terakhir kali digunakan untuk memulai OS dengan baik.

Restart komputer anda dengan menekan [Ctrl][Alt][Delete], ketika anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Last Known Good Configuration dari menu dan tekan [Enter]. Harus diingat bahwa anda cukup mencobanya sekali saja, dengan kata lain jika cara ini tidak menghidupkan kembali Windows XP anda berarti backupcopynya juga telah korup.

3. Gunakan System Restore
System Restore adalah sebuah aplikasi yang terus mengawasi perubahan pada komponen penting sistem. Ketika suatu perubahan penting dilakukan, System Restore akan membuat backup copy yang disebut restore points dari komponen penting sistem sesaat sebelum perubahan itu dilakukan. Konfigurasi default dari System Restore adalah membuat restore points setiap 24 jam.

Restart komputer anda dengan menekan [Ctrl][Alt][Delete], ketika anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Safe Mode dan tekan [Enter]
Setelah Windows XP masuk ke Safe Mode, klik Start, pilih All Programs | Accessories | System Tools dan pilih System Restore. Karena anda sedang dalam Safe Mode maka pilihan yang tersedia hanya Restore My Computer To An Earlier Time, jadi klik Next dan ikuti prosedur wizard-nya.

4. Gunakan Recovery Console
Jika kerusakannya ternyata cukup parah maka anda harus menggunakan CD Windows XP untuk mengakses sebuah tool yang dinamakan Recovery Console.

Masukkan CD Windows XP dan tekan [Ctrl][Alt][Delete]. Setelah sistemnya melakukan boot dari CD, maka cukup ikuti langkah-langkahnya untuk menjalankan file-file yang dibutuhkan untuk Setup. Ketika anda melihat layar Welcome To Setup, tekan R untuk masuk ke menu Recovery Console.

Menu ini menampilkan folder yang berisi file-file OS dan meminta anda untuk memilih OS yang ingin anda akses. Cukup tekan angkanya dan anda akan diminta untuk memasukkan password adminstrator. Anda kemudian akan dibawa ke prompt Recovery Console.

5. Memperbaiki Boot.ini Yang Rusak
Pada saat OS Windows XP mulai berjalan, program Ntldr melihat file Boot.ini untuk menntukan dimana file-file OS berada dan opsi mana yang harus diambil sementara OS terus berjalan. Jadi jika file Boot.ini bermasalah maka Windows XP tidak akand dapat melakukan boot dengan benar.

Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa boot karena file Boot.ini yang rusak, maka anda bisa menggunakan versi khusus Recovery Console dari tool Bootcfg. Tentu saja anda harus terlebih daulu melakukan boot pada sistem anda dengan CD Windows XP dan mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.

Untuk menggunakan tool Bootcfg, dari coomand prompt Recovery Console ketik

Bootcfg /parameter

Gantilah /parameter dengan salah satu parameter dibawah ini :
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
/Add -- Memindai disk untuk semua instalasi Windows dan memperbolehkan anda untuk menambahkan yang baru pada file Boot.ini
/Scan -- Memindai disk untuk semua instalasi Windows
/List -- Daftar setiap entry pada file Boot.ini
/Rebuild -- Membuat kembali file Boot.ini secara total dimana pengguna harus mengkonfirmasi setiap langkahnya.
/Redirect -- Mengalihkan proses boot ke sebuah port ketika menggunakan fitur Headless Administration. Redirect parameter-nya membutuhkan dua parameter, [Port Baudrate] | [UseBiosSettings].
/Disableredirect -- Mematikan pengalihan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

6. Memperbaiki Partition Boot Sector Yang Rusak
Partition boot sector adalah bagian kecil dari partisi hard disk yang berisi informasi tentang system file OS (NTFS atau FAT32), sebuah program bahasa mesin yang krusial untuk membantu menjalankan OS.

Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa melakukan boot karena partition boot sector yang rusak, maka anda bisa menggunakan sebuah tool Recovery Console khusus yang disebut Fixboot. Lakukan boot dengan CD Windows XP untuk mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.

Untuk menggunakan tool Fixboot , pada command prompt Recovery Console ketik :
--------------------------
Fixboot [drive]:
--------------------------

Dimana [drive] adalah huruf dari drive yang ingin anda perbaiki partition boot sector-nya.

7. Memperbaiki Master Boot Record Yang Rusak
Master boot record bertanggungjawab untuk memulai prosedur boot Windows, didalamnya terdapat master boot code yang berfungsi untuk mencari partisi aktif atau bootable pada partition table. Jika master boot record mengalami kerusakan maka partition boot sector tidak akan bekerja dan Windows tidak akan bisa boot.

Jika anda mencurigai bahwa Windows XP anda tidak bisa melakukan boot karena master boot record yang rusak, maka anda bisa menggunakan sebuah tool Recovery Console yang disebut Fixmbr. Lakukan boot dengan CD Windows XP untuk mengakses Recovery Console seperti pada cara nomor 4.

Untuk menggunakan tool Fixmbr, pada command prompt Recovery Console ketik:
-------------------------------------
Fixmbr [device_name]
-------------------------------------

Dimana [device_name] adalah device pathname untuk drive yang ingin anda perbaiki master boot recoed-nya. Contoh device pathname untuk drive C:
-------------------------------
\Device\HardDisk0
-------------------------------

8. Mematikan Automatic Restart
Ketika Windows XP mengalami fatal error, maka default setting untuk mengatasi error tersebut adalah dengan otomatis melakukan reboot pada system. Jika error tersebut terjadi pada saat Windows XP sedang melakukan boot, maka OS akan terjebak untuk terus menerus melakukan reboot. Jika hal ini terjadi, maka anda harus menonaktifkan pilihan Automatic Restart On System Failure.

Ketika Windows XP mulai melakukan boot dan anda melihat tulisan ?Please select the operating system to start? atau terdengar bunyi beep, segera tekan [F8] untuk menampilkan menu Windows Advanced Options. Pilih Disable The Automatic Restart On System Failure dan tekan [Enter]. Windows XP akan berhenti ketika mengalami error dan mungkin akan menampilkan pesan yang dapat anda gunakan untuk mendiagnosa masalahnya.

9. Memulihkan Dari Backup
Jika kelihatannya anda tidak bisa memperbaiki sistem Windows XP anda yang tidak bisa boot dan anda memiliki backup yang belum terlalu lama, maka anda bisa memulihkan sistemnya dari backup tersebut. Metode yang harus digunakan untuk memulihkan sistemnya tergantung dari backup utility apa yang anda gunakan, jadi anda harus mengikuti instruksi utility tersebut dalam melakukan pemulihan sistem.

10. Melakukan Upgrade
Jika anda tidak bisa memperbaiki sistem Windows XP yang tidak bisa boot dan anda tidak memiliki backup, maka anda bisa melakukan upgrade. Hal ini akan me-reinstall Ps ke folder yang sama, seperti anda emngupgrade dari suatu versi Windows ke versi lainnya. Sebuah upgrade biasanya akan menyelesaikan semua atau sebagian besar masalah boot pada Windows.

Masukkan CD Windows XP anda, lakukan restart dan boot dari CD tersebut. Anda akan melihat layar Windows XP Setup. Tekan [Enter] untuk memulai prosedur Windows XP Setup. Anda akan melihat halaman License Agreement dan tekanlah [F8] untuk menyetujuinya. Setup kemudian akan memindai hard disk untuk mencari instalasi Windows XP yang sebelumnya. Ketika ia menemukannya, anda akan melihat layar Windows XP Setup yang kedua.

Layar ini akan meminta anda untuk menekan R untuk memperbaiki instalasi yang dipilih atau [Esc] untuk menginstall kopi Windows XP yang baru. Dalam kasus ini, melakukan perbaikan pada Windows XP akan sama saja dengan melakukan upgrade, jadi anda harus menekan R. Setup kemudian akan memeriksa disk drive pada sistem dan mulai melakukan upgrade.

Ingatlah bahwa setelah anda melakukan upgrade atau perbaikan instalasi maka anda harus menginstall ulang semua update Windows.

Kamis, 03 Desember 2009

Klasifikasi Jaringan

Klasifikasi Jaringan
Sub CategoriesLANPeer to peer
Klasifikasi jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu :

· Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

· Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

· Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

· Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

Namun secara umum, dan pada praktisnya pada saat ini kita mengenal jaringan ada dua yaitu : LAN dan WAN :

Klasifikasi Jaringan > Peer to peer

Topologi Peer-to-peer Network

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.
Diposkan oleh Rizki Chandra Nugraha di 11:51 AM 0 komentar
SARANA JARINGAN KOMPUTER (Intranet/Internet)
Sarana yang dimiliki sampai saat ini untuk mendukung kegiatan litbang dan pelayanan teknologi informasi, diantaranya sbb. :

1. Sistem jaringan intranet/internet yang sudah beroperasi dengan baik;
2. Koneksi ke backboone Internet mempergunakan Radio
dan VSAT;
3. Besaran Bandwidth 256 – 512 Kbps;
4. Distribusi koneksi WAN mempergunakan Radio BaseStation dengan Antenna Sectroral 3600;
5. Web, Mail, FTP, Database, dan Security Server;
6. Infrastruktur Jaringan lokal mempergunakan Fiber Optic dan UTP Cable, serta perangkat Switching Hub Layer 3;
7. Perangkat lunak: Microsoft Windows 2003 Enterprise Advanced Server, Redhat Linux Enterprise, Microsoft Exchange Server 5.5, Microsoft SQL Server, Microsoft Proxy/Host Integration Server dan Microsoft System Management Server, dan software pendukung lainnya.



PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SIM/SIG/REMOTE SENSING)

1. Desktop PC dan Komputer Grafik (Workstation);
2. Scanner A0 dan A4;
3. Digitizer A0 dan A1;
4. Printer dan Plotter resolusi tinggi (1200/2400 dpi);
5. GPS (type Navigasi, Mapping, Geodetic) dan Radio Komunikasi GPS.
6. Software :
ErMapper v6.1, MapInfo Professional v7.5, ArcInfo ArcGIS, ArcView, Geomatic v9, Macromedia Studio, MapGuide, GeoMedia, MS-Access, MS-SQL Server, Delphi, Visual Basic, Datamine, Micromine, Asset Surveyor V.5, Pathfinder Office, MapSource, Trimble Geomatic Office, R2V, dan Software pendukung lainnya.

Topologi Jaringan LAN (Local Area Network)

Topologi Jaringan LAN (Local Area Network)
Ada banyak pengertian tentang Topologi Jaringan LAN ini, tapi saya disini mendifenisikan bahwa Topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik mengswitchungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Berikut ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan dipakai hingga saat ini, yaitu:
Topologi Star
Beberapa simpul/node yang diswitchungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer seperti Switch hub.
Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang jaringan yang lainnya.

berikut ini gambar topologi star sebagai gambaran.


Topologi Hierarkis
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.
berikut ini gambar topologi Hierarkis sebagai gambaran.



Topologi Bus
Beberapa simpul/node diswitchungkan dengan jalur data (bus). Masing2 node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.
Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat jarang digunakan atau di implementasikan.
berikut ini gambar topologi Bus sebagai gambaran.



Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan. Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat, dan yang lainnya menggu hingga pengiriman data selesai.
berikut ini gambar topologi Bus sebagai gambaran.




Dasar Jaringan Komputer
KOMPONEN JARINGAN
Komponen-komponen yang digunakan dalam system jaringan sebagai berikut :
1. Network Interface Card (NIC) / LAN Card / Ethernet Card
Card ini dipasang pada PC biasanya pada slot ekspansi PCI, di pasaran card internal NIC ini memiliki kecepatan transfer antara 10 Mbps sampai 100 Mbps (Megabit / second ). Bentuk soket pada NIC ada yang menggunakan RJ 45 atau Bentuk BNC, ada juga satu card yang memiliki keduanya (combo).
2. UTP Socket/UTP Connector dan UTP Kabel
Pada system jaringan dikenal dan digunakan konektor dan soket UTP atau dikenal dengan nama soket dan konektor RJ 45 yang memiliki 8 saluran pin. Kabel yang digunakan adalah kabel UTP yang memiliki delapan saluran kawat pejal yang memiliki warna yang berbeda.
3. BNC Socket/BNC Connector dan Kabel Coaxial
Pada system jaringan juga dikenal saluran yang menggunakan BNC socket dan Connector yang kita kenal sebagai connector untuk antenne pada pesawat TV. Kabel yang digunakan juga sama persis seperti kabel antene atau kabel coaxial yang memiliki satu saluran kawat tunggal dan satu saluran kawat serabut.
4. Kabel Serat Optik (Fibre Optic)
Kabel jenis ini sangat baik digunakan dalam jaringan, namun harganya sangat mahal sehingga jarang digunakan, kabel ini biasanya ditanam di bawah permukaan tanah.
5. HUB Port dan SWITCH port
HUB dan SWITCH port ini merupakan komponen yang menginterkoneksi semua saluran jaringan, biasanya memiliki 8, 16, 32, sampai 64 port atau saluran yang dapat digunakan. Secara umum fungsi keduanya sama, namun SWITCH memiliki kelebihan yaitu dapat mendeteksi saluran yang tidak digunakan sehingga dapat mengoptimasi saluran lain yang sedang digunakan.

TOPOLOGI JARINGAN
Topologi jaringan atau jenis hubungan jaringan yang dikenal umum ada tiga yaitu topologi bus, topologi ring yang merupakan modifikasi dari topologi bus, dan topologi star. Selain itu ada juga bentuk jaringan yang terbatas penggunaannya yang akan kita bahas sekaligus.
a. Topologi BUS
Topologi BUS ini merupakan bentuk yang paling sederhana dan murah, namun memiliki kendala yang juga cukup merugikan. Bentuk tpologi bus ini secara umum dapat digambarkan seperti di bawah ini :


Hubungan Hardware Topologi BUS dapat kita lihat pada gambar di bawah ini:


Keterangan :
1. NIC Card / Ethernet Card yang digunakan pada Topologi BUS ini menggunakan soket BNC.
2. T-Connetctor, merupakan connector BNC yang digabungkan sehingga memiliki tiga buah saluran dan fungsinya menghubungkan NIC card dengan saluran jaringan.
3. Kabel Coaxial atau dikenal juga kabel antenne. Panjang maksimum antara dua titik adalah 10 meter.
4. Connector BNC. Menghubungkan kabel BNC dengan T-Connector.
5. Terminator. Berfungsi sebagai penutup saluran awal dan akhir dari topologi bus ini sehingga sinyal-sinyal yang melalui jaringan tidak akan hilang (flow).

Sekalipun bentuk jaringan ini murah dari segi biaya, namun memiliki banyak kelemahan dari segi aplkiasi jaringan, diantaranya adalah :
1. Terjadi tabrakan sinyal atau paket data di saluran sehingga dapat memperlambat transfer data. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat Gambar II-1 di atas. Suatu saat PC 1 melakukan transfer data ke PC 3 sehingga arah sinyal pada saluran bergerak ke kanan, jika pada saat yang sama PC 4 mengirim data ke PC 2 sehingga arah sinyal bergerak ke kiri, maka akan terjadi tabrakan/collition paket data.
2. Jika terjadi kabel BNC pada saluran putus, maka semua komputer tidak dapat melakukan koneksi ke komputer manapun atau selurh jaringan terputus, karena terjadi flow.
3. Jika terjadi kerusakan pada saluran, maka pelacakan dan isolasi tempat kerusakan akan sangat rumit dilakukan apalagi jika jaringan ini sangat panjang. Troubleshooting dilakukan dengan mengetes tiap saluran antara dua titik seperti rangkaian pada Gambar II-2 di atas.
4. Keuntungan penggunaan Topologi Bus ini adalah penggunaan kabel yang hemat karena hanya satu saluran dan layout sambungan kabel cukup simple.
b. Topologi Ring
Topologi Ring Ini merupakan modifikasi dari Topologi BUS. Bentuk hubungan hardware dan komponen yang digunakan sama persis dengan Topologi BUS, tetapi kita hanya mencabut kedua komponen terminator, kemudian menghubungkan antara kedua ujung jaringan dengan kabel BNC. Bentuk Ring ini hanya berfungsi mengurangi jumlah tabrakan paket data, sehingga pada saat pengiriman data akan bergerak ke satu arah dan membentuk looping.
Penggunaan Topologi Ring ini sangat kaku dalam pengembangan jaringan dibandingkan dengan bentuk Bus, namun tentu saja dari segi layanan lalulintas data dapat lebih cepat dan lebih padat dibandingkan topologi Bus.
c. Topologi Star
Topologi Star ini paling banyak digunakan dalam aplikasi jaringan, karena memiliki kelebihan dalam kecepatan, kapasitas, dan jumlah titik dalam jaringan, namun juga membutuhkan biaya yang cukup besar dalam pembangunannya. Bentuk hubungan star dapat dilihat pada gambar berikut :


Sebelum kita membahas bentuk topologi star ini lebih jauh, dengan penggunaan kabel UTP atau Twisted Pair ini, kita mengenal dua jenis hubungan yang akan diaplikasikan dalam jaringan, yaitu hubungan straight atau langsung dan hubungan cross atau silang yang dibahas pada bagian selanjutnya

Perbandingan bentuk Topologi
Dari ketiga bentuk-bentuk topologi tersebut ada keuntungan dan kelemahan masing-masing, dan hal tersebut membantu dalam pemilihan topologi yang akan diterapkan pada suatu lokasi.
Topologi Keuntungan Kerugian
BUS Hemat Kabel, Layout kabel sederhana, Mudah dikembangkan, dan tidak diperlukan kendali dari pusat.
Penambahan atau pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa menganggu operasi yang berjalan. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil,
Kepadatan lalulintas sangat tinggi,
Keamanan data kurang terjamin,
Kecepatan akan menurun jika jumlah node bertambah,
Diperlukan repeater untuk jarak jauh
RING Hemat kabel, tidak perlu pengamanan bundek kabel khusus, dapat melayani lalu lintas data yang padat. Peka kesalahan, Pengembangan jaringan lebih kaku kerusakan pada media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan lambat, karena pengiriman menunggu giliran token.
STAR Paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah.
Penambahan atau pengurangan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain.

Kontrol terpusat karena memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.

Memudahkan pengelolaan jaringan Boros kabel, perlu penanganan khusus bundel kabel, kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Tipe-tipe Ethernet
Ada beberapa macam tipe Ethernet yang secara umum terbagi atas dua bagian yaitu Ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps atau lebih Ethernet 10 Mbps yang sering digunakan adalah 10BaseTdan 1OOVG-AnyLAN.
10Base2
10 Base2 disebut juga thin ethernet karena menggunakan kabel koxial jenis thin atau disebut sebagai cheapernet. 10Base2 menggunakan topologi bus. Spesifikasi dari 10Base2 adalah sebagai berikut :
1. Panjang kabel persegmen adalah 185 meter.
2. Total segmen adalah 5 buah.
3. Maksimum repeater adalah 4 buah.
4. Maksimum jumlah segmen yang terdapat node (station) adalah 3 buah.
5. Jarak terdekat antar station minimum 0.5 meter.
6. Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 30.
7. Maksimum panjang keseluruhan dengan repeater 925 meter.
8. Awal dan akhir kabel diberi terminator 50 Ohm.
9. Jenis kabel koaksial RG-58A/U atau RG-58C/U.
10. Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 30.

10Base5
10Base5 disebut juga thick ethernet karena menggunakan kabel koaksial jenis thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti 10Base2, yaitu topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut :
1. 10Base5 Panjang kabel per segmen adalah 500 meter.
2. Total segment kabel adalah 5 buah.
3. Maksimum repeater adalah 4 buah.
4. Maksimum jumlah segmen yang terdapat node adalah 3 buah.
5. Jarak terdekat antar station minimum 2,5 meter.
6. Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 100.
7. Maksimum panjang kabel AUI ke node 50 meter.
8. Maksimum panjang keseluruhan dengan repeater 2500 meter.
9. Awal dan akhir kabel diberi terminator 50 Ohm.
10. Jenis kabel koaksial RG-8 atau RG-11 1.

10BaseT
Berbeda dengan 10Base2 atau 10Base5 yang menggunakan topologi Bus, pada ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi Star ini yang sekarang banyak digunakari, karena mudah pemasangannya serta mudah melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai adalah kabel UTP. Spesifikasi dari 10 BaseT adalah sebagal berikut :
1. Panjang kabel per segmen maksimum 100 meter.
2. Maksimum jumlah segmen 1024.
3. Maksimum node per jaringan 1024.
4. Menggunakan hub dengan maksimum hub empat buah dan bentuk hubungan chain.
5. Kabel yang dipakail UTP level-3 atau lebih.

10BaseF
10BaseF menggunakan kabel serat optik. Kabel jarang digunakan karena biasanya mahal. dan pemasangannya pun tidak semudah Ethemet tipe lainnya. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya cukup jauh. Spesifikasinya adalah sebagai berikut :
1. Panjang kabel per segmen maksimum 2000 meter.
2. Maksimum jumlah segmen 1024.
3. Maksimum node per jaringan 1024.
4. Menggunakan hub dengan maksimum hub empat buah dan bentuk hubungan chain.
5. Menggunakan kabel serat Optik.

100BaseT
100BaseT disebut juga fast ethernet atau 100BaseX adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai yaitu :
1. 100BaseT4, memakai kabel UTP kategori 3,4 atau 5. Kabel yang dipakai empat pasang.
2. 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya dua pasang.
3. 100BaseFX memakai kabet serat optik.
Pada 100BaseT yang menggunakan kabel. koaxial maksimum total panjang kabelnya dengan menggunakan hub Class II adalah 205 meter, dengan perincian 100 meter untuk panjang segmen dan 5 meter untuk hubungan hub ke hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2 repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 meter.

IOOVG-AnyLAN
1OOVG-AnyLAN bukan ethemet murni karena metode akses medianya berdasarkan demand priority. 10OVG-AnyLAN. bisa digunakan dengan sistem frame Ethemet maupun frame Token-Ring, dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Jika menggunakan kabel UTP kategori 5 maka panjang maksimum segmennya bisa sampai 150 meter
2. Jika memakai kabel serat optik panjang maksimum segmennya 2000 meter.

ETHERNET

ETHERNET

Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.

Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu.Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan protokol yang disebut CSMACD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Multiple Access berarti bahwa setiap stasion terhubung ke satu kabel tembaga (atau satu jaringan yang terhubung bersama untuk membentuk satu data path). Carrier Sense menyatakan bahwa sebelum transmisi data, sebuah stasion memeriksa jaringan untuk melihat jika stasion lain sudah mengirim sesuatu. Dalam jaringan yang menggunakan teknologiEthernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologiEthernet adalah jaringan yang dibuat berdasarkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan duastation tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyakstation dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan SwitchEthernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.

JARINGAN KOMPUTER

MODEL JARINGAN KOMPUTER

1. Pengertian
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

2. Jenis-Jenis jaringan
Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung.
Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.

b. Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan areayang lebih besar.

c. Wide Area Network (WAN)
Jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. Wide Area Networks adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut.

d. Internetworking (Internet)
Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi antara jaringan yang satu dengan yang lainnya dengan menggunakan mesin yang disebut gateway untuk melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik pada hardware maupun softwarenya.

e. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dgn memanfaatkan jasa satelit.

Software
Sistem operasi, driver NIC, protokol jaringan, dan lai-lain. Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkantipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan sistem operasi jaringan peer to peer.

? Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan :
1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan :
1. Biaya operasional relatif lebih mahal.
2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

? Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan :
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan :
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
4. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

ilmu

Otak manusia tersusun dari neuron-neuron yang jumlah totalnya mencapai 1 trilyun. Walaupun kecil, konon kabarnya satu neuron itu memiliki kecepatan pemrosesan yang setara dengan satu unit komputer. Adam Kho lewat bukunya “I am Gifted, So Are You” mengatakan bahwa otak itu apabila dituliskan dalam bentuk digital akan menjadi tulisan sepanjang 10.5 juta kilometer. Ketika jarak terjauh bumi dan bulan itu sekitar 406.720 km, maka kapasitas otak kita setara dengan 25 kali perjalanan dari bumi ke bulan. Tambahan informasi lagi, dari buku Super Great Memori dikatakan bahwa, jika setiap detik dimasukkan 10 informasi kedalam otak kita sampai 100 tahun, maka otak manusia masih belum terisi separuhnya. Ada beberapa peneliti yang mencoba mengkuantifikasi kapasitas otak, ada yang menyebut 3 terabyte, dan ada juga yang menyebut mencapai 1000 terabyte.

Sedemikian dahsyatnya kapasitas otak kita, tapi sayangnya kita hanya menggunakan kurang dari 1%nya. Dan orang jenius seperti Albert Einstein, konon kabarnya juga hanya menggunakan 5% dari seluruh kapasitas otaknya.

Artinya apa? Manusia memiliki kapasitas otak yang sama, yang implikasinya adalah sebenarnya kita semua memiliki daya tangkap terhadap suatu materi pembelajaran sama. Dan tidak ada manusia bodoh di muka bumi ini!

Lha kok, tapi di kelas ada yang cerdas dan ada yang tidak? Itu karena sistem retrieval (pencarian kembali) manusia berbeda-beda. Orang yang cerdas itu adalah orang yang memiliki sistem retrieval yang baik. Seperti sebelumnya saya sebutkan diatas, kapasitas otak manusia mungkin mencapai 1000 terabyte, bayangkan seandainya laptop kita berkapasitas 1000 terabyte, pasti lambat melakukan pencarian file, apalagi kalau letak fisik filenya tidak tertata dengan baik alias terpecah-pecah di berbagai tempat dalam harddisk kita.

Trus gimana caranya supaya sistem retrievalnya bagus? Ada banyak cara komputasi yang bisa dilakukan, paling tidak untuk mengatasi informasi yang tidak tertata dengan baik, kita menggunakan tool defragmenter. Defragmentasi? ya, lakukan defragmentasi pada otakmu!

Sebagai catatan, kata wikipedia, defragmentasi adalah sebuah proses untuk menangani berkas-berkas yang mengalami fragmentasi internal. Sebuah berkas dikatakan terfragmentasi mana kala berkas tersebut tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam penyimpanan fisik. Fragmentasi dapat menyebabkan subsistem media penyimpanan melakukan operasi pencarian data yang lebih banyak, sehingga dengan kata lain berkas terfragmentasi dapat memperlambat kerja sistem, khususnya pada saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan.

Jadi ketika kita menerima materi pelajaran, sebenarnya kita semua berhasil menangkap semua yang diajarkan oleh guru atau dosen kita. Namun ada yang kita simpan di bumi dan ada yang terlempar di bulan, inilah yang disebut dengan fragmentasi itu.

Trus gimana caranya supaya kita bisa mendefragmentasi otak kita? Caranya adalah dengan mengulang-ulangi pelajaran. Mengulang-ulang pelajaran, itu sama saja dengan menarik materi yang terlempar di bulan tadi supaya mendekat ke bumi, sehingga lebih cepat ketika kita mencari kembali. Dan ini sesuai dengan yang dikatakan Adam Kho, bahwa orang yang cerdas adalah orang yang neuron-neuronnya saling tersambung (neuron-connection). Semakin banyak hubungan antarneuron, maka semakin cerdas kita dalam suatu bidang. Kecerdasan itu bisa kita latih!

Sayapun tidak terlahir secara default sebagai orang cerdas, masa TK-SD saya pernah mengalami kendala sulit membedakan huruf b dan d. Sampai ada satu ungkapan guru saya yang masih saya ingat sampai sekarang, “Rom, b itu yang bokong(pantat)nya dibelakang, dan d itu yang bokongnya di depan“. Ada juga guru yang menyebut saya terkena disleksia kompleks, plus ditambahi dengan anak yang suram masa depannya hehehe sempurna deh

Jadi? Kalau saya yang disleksia kompleks saja bisa, kenapa anda tidak?

Wahai pedjoeangku, ulang-ulangi pelajaran, banyak mencoba, banyak membaca, banyak berlatih, telani satu persatu hal yang belum kamu pahami, hubungkan neuron-neuronmu, maka kecerdasan akan mengikutimu …